Membangun Basis Kerja Politik Hijau di Minahasa

Minahasa, 4 Maret 2010

oleh: Komite Persiapan SHI Sulut

Revolusi cengkeh awal tahun 1995-1996 merupakan pukulan berat bagi petani cengkeh di wilayah Sulawesi utara sebagai basis produksi cengkeh. Anjloknya harga cengkeh bukan disebabkan krisis ekonomi saja tetapi, system tata niaga cengkeh yang dimonopoli oleh kaum modal yang cukup lama sejak beranjak kolonialisme era belanda sampai neokolonialisme di era regime orde baru. Situasi ini memberikan tamparan keras dari sebagian besar petani cengkeh di Sulawesi utara dan sekitar pulau-pulau kecil Maluku utara dan ambon.

Situasi ini bergeser pada era pembangunan pertambangan emas di wilayah minahasa raya dimana kehadiran newmon dan beberapa perusahaan lainnya telah memberikan sumbangan kerusakan lingkungan dan keterancaman rakyat di banyak tempat. Kasus buyat satu gambaran yang konkrit dari sebuah perusakan sda dan ancaman keselamatan rakyat. Problem ini merupakan bagian dari buah-buah kapitalisme yang membangun pondasinya diatas penderitaan rakyat Sulut.

Tidak saja pada kasus buyat, tetapi pulau-pulau kecil lainnya terancam untuk diekstratif oleh industri-industri tambang, misalnya pulau Sangihe dan pulau kecil lainnya. Semua gambaran diatas merupakan bagaian dari potret kolonialisme dan imprialisme bekerja di Sulut, sehingga, antisipasi gerakan politik hijau melalui SHI di Sulut adalah membangun kesadaran politik dan ekonomi rakyat dalam membaca, menganalisis, dan memberikan solusi bagi sebuah perubahan rezim dan system yang mengakar pada keadilan sosial dan keselamatan ekonomi serta rakyat.

Pada proses diawali dengan pendidikan kader untuk tingkat pengajar kursus politik kader SHI ditingkat basis sampai wilayah. Pendidikan kali ini diikuti oleh sebanyak 21 orang dari anggota dan pengurus KP SHI Sulawesi Utara (sebanyak 8 orang perempuan dan 13 orang laki-laki) dari wilayah Kota Manado, Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa Utara untuk dipersiapkan menjadi tenaga pendidik kader SHI di basis-basis.

Dari proses pendidikan tenaga pengajar kader politik SHI, di sepakati untuk melakukan kerja-kerja politik ditingkat basis wilayah kerja Tomohon, Minahasa Utara dan Kota Manado. Diharapkan proses kerja pembangunan infrastruktur politik SHI di 2 (dua) Kabupaten Kota akan menuju Konferensi Wilayah sebelum Kongres Nasional SHI di bulan Juli – Agustus 2010.

Leave a Response

Spam protection by WP Captcha-Free