TK Gratis Danau Hijau: Proses belajar mengajar untuk hidupan diatas Danau

Generasi Danau Hijau

Hari sabtu tanggal 17 April 2010, kunjungan Sekjend ke anggota dan pengurus Basis SHI di Kelurahan Danau Tundai yang didampingi oleh Ketua Basis, Ketua DPD SHI Kota Palangkaraya, telah disepakati bersama antara Sarekat HIjau Indonesia, Yayasan Petak Danum, Warga Masyarakat Desa Danau Tundai untuk mendirikan sekolah gratis setingkat Taman Kanak-Kanak. Maksud dari pendirian sekolah gratis ini, di karena, di Kelurahan Danau Tundai tidak memiliki sekolah untuk anak-anak usia sekolah bermain dan belajar bersama. Sehingga, setelah hasil pertemuan yang membahas kondisi tempat, social, ekonomi dan bagaimana anggota SHI mendapatkan pendidikan politik, disepakati juga mendirikan tempat belajar anak-anak usia sekolah dini. Tujuan belajar bersama anak-anak usia sekolah dini ini untuk memberikan proses belajar bersama, menulis dan membaca serta mengenali beragam kekayaan alam Danau Tundai melalui belajar di alam bersama.

Masyarakat Danau Tundai Kecamatan Bereng Bengkel Kotamadya Palangkaraya Kalimantan Tengah. Sebuah Desa yang terletak di wilayah perairan danau dan sungai Kahayan, memberikan ketenangan dan kedamaian. Untuk menuju Danau Tundai dari Ibukota Palangkaraya dapat ditempuh selama 2 jam perjalanan, darat dan sungai menggunakan ransportasi air atau biasa disebut CES sebuah perahu bermesin tempel memiliki kapasitas angkutan maksimal 4 orang dari Desa Bereng Bengkel di tempuh sekitar 1 jam perjalanan menelusuri Sungai Kahayan dan sungai kecil lainnya menuju Danay Tundai. Letak Danau ini berada di DAS Kayahan yang cukup luas dan memberikan gambaran keanekaragaman hayati jenis tumbuhan air dan hutan-hutan sekitar danau serta beragamnya jenis-jenis ikan yang bermukim dan berkembangbiak serta menghidupi penduduk Danau Tundai.

Jalan desa yang terbuat dari kayu tahan air tersusun rapi memanjang memudahakan hubungan komunikasi antar warga. Dulu jalan desa ini terlalu kecil sekitar lebar 50 cm dengan panjang 600 meter, tetapi setelah awal tahun 2006, jalan yang bisa disebut jembatan terpanjang menghubungkan rumah-rumah warga ini memiliki lebar sekitar 1,50 meter. Menurut kepala desa setempat jalan ini dibuat lebar untuk anak-anak dapat bermain, karena dulu jembatan penghubung antar rumah sempit dan membahayakan anak-anak kalau bermain.

Pembangunan sekolah gratis ini merupakan salah satu wujud program SHI ditingkat Basis Desa /Kelurahan yang merupakan masuk dalam program sekolah hijau yang sedang dikembangkan oleh SHI di beberapa wilayah. Sekolah TK ini di peruntukan bagi warga Danau Tundai tidak di pungut biaya sekolah, untuk operasional sekolah, SHI mengumpulkan sumbangan berupa buku-buku bacaan dan proses belajar mengajar Guru TK Gratis mulai Magang sampai praktek dan di bekali pendidikan pengetahuan potensi sumberdaya alam dan inisiatif pengelolaan gambut secara lestari. Bangunan sekolah gratis ini di sepakati menggunakan bagunan POS YANDU setempat dimana, hanya di pakai sebulan sekali, sehingga, belajar TK Gratis ini selama 5 hari dalam seminggu. Peserta sekolah tidak dipungut biaya, Gratis 100%.

Pada pertemuan ini juga dilakukan mengangkatan 2 orang calon Guru TK Gratis Danau Hijau dari kader SHI di Danau Tundai yang sebelumnya mendapat kursus belajar mengajar serta pendidikan politik Hijau SHI. Untuk tahap pertama operasi Sekolah ini dimulai bulan Juni dengan jumlah murid sebanyak 25 orang anak. Sementara masih ada sekitar 27 orang anak lagi seusia sekolah masih berumur dibawah 5 tahun. (Laporan DPD SHI Palangkaraya 20 April 2010)

1 Comment

  1. semoga berjalan dengan baik

Leave a Response

Spam protection by WP Captcha-Free