Pernyataan Sikap Sarekat Hijau Indonesia terhadap Tindakan Pembantaian Oleh Israel terhadap Relawan Kemanusiaan Internasional untuk Ghaza

Situasi mencekam di kapal Mavi Marmara subuh tanggal 31 Mei 2010, kapal yang mengangkut Relawan Kemanusiaan untuk Palestina menuju Gaza dengan bobot 10.000 ton, 700 orang relawan dari 50 negara, termasuk 12 orang dari Indonesia menuju Gaza Palestina untuk memberikan bantuan kemanusiaan, tiba-tiba di bantai oleh tentara Israel dengan persenjataan lengkap menaiki kapal Mavi Marmara. Laporan Al zajeera menyebutkan dalam siarannya sebanyak 19 orang relawan meninggal dan 50 orang luka-luka akibat pembantaian di atas kapal pagi itu.

Menyikapi peristiwa ini, Sarekat Hijau Indonesia menyatakan sikap:
1. Mengutuk tindakan pembantaian tim relawan kemanusiaan oleh tentara Israel di Kapal Mavi Marmara secara membabi buta, yang berakibat jatuhnya korban 19 orang relawan meninggal dan 50 orang luka-luka.

2. Mendesak kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan rapat khusus dan menjatuhkan sanksi kepada Israel di keluarkan dari keanggotaan PBB sebagai bentuk hukuman yang pantas di terima bagi Israel.

3. Seruan kepada Negara-negara Timur Tengah agar memblokade dan embargo kepentingan Israel sebagai bagian dari aksi nyata dukungan terhadap Ghaza Palestina.

4. Mencabut blokade di Ghaza atas nama kemanusiaan yang telah mengakibatkan penderitaan rakyat Ghaza, khususnya perempuan dan anak-anak.

5. Mendesak Pemerintah Indonesia untuk segera mengeluarkan sikap tegas atas kebiadaban Israel yang dilakukan kepada tim relawan kemanusiaan di Ghaza Palestina.

Demikian pernyataan ini kami sampaikan, untuk solidaritas kemanusiaan relawan Ghaza Palestina dan rakyat Palestina. Terima kasih.

Jakarta, 1 Juni 2010
Salam Solidaritas,
Ttd.- Ttd.-

Koesnadi Wirasapoetra Chairil Syah
Sekretaris Jenderal K e t u a
__._,_.___

Leave a Response

Spam protection by WP Captcha-Free