Bergerak Populer bersama Publik
Catatan dari Kalianda Lampung Selatan
Siang yang terik di kota kecil Lampung Selatan, memberikan cuaca yang cerah, walaupun sedikit panas dan berdebu di jalan sepanjang pinggiran trotoar. Disana terselip di antara bangunan rumah makan sederhana, terlihat lorong menuju sebuah rumah kecil yang bersambung dengan kiri dan kanan rumah lainnya. Bendera lingkaran hijau, ditengah merah bersinar bintang putih berjejer dengan bendera warna merah yang merupakan salah satu barisan pergerakan anak muda dengan organisasi untuk perubahan politik yang berbasis keadilan social, keselamatan lingkungan dan rakyat. Di antara bangunan tersebut biasa anak muda berkumpul dan berdiskusi siang malam, sambil menyeruput kopi pahit tanpa kue-kue canda dan tawa serta berpikir keras tetap untuk bersatu, bersarekat dan berlawan.
Dinding yang menuh berita informasi pergerakan, menghiasai hampir separuh dinding berwarna hijau, dan tertulis samar di belakang, bersarekat, bersatu berlawan. Informasi berupa guntingan Koran, dan gambar-gambar kritik merupakan buah tangan dari penulis bermaskar di antara gang rumah makan. Dan beberapa cerita serta gambar-gambar aksi memberikan bahwa ruang kecil ini menjadi satu pusat pergerakan dimulai.
Pergerakan aksi-aski perlawanan di mulai dari kasus-kasus yang mencuat di permukaan, mulai dari kasus penggusuran sampai kasus kecurangan pemilukada di wilayah Lampung Selatan. Sekelompok anak muda yang dulu tidak pernah bergerak bersama, memulainya bersama, ada aktivis mahasiwa, ada petani, ada nelayan sampai anak muda yang berasal dari oragnisasi masa setempat mengikuti riuhnya proses demokrasi yang diambil di luar parlementer.
Hari Bumi 2010, diperingati bersama, dengan mengundang banyak pihak terlibat turun kejalan dimulai nya sebuah penegakan lingkungan dan penyelamatan bumi. Menurut, salah seorang pemuka masyarakat, sejak di rintisnya Sarekat Hijau Indonesia di Lampung Selatan, geliat protes sering terjadi, dulu hampir jarang dilakukan. Mungkin ini salah satu bentuk kesadaran anak muda Lampung Selatan sedang mendorong perubahan. Dengan jumlah anggota sebanyak 200 orang, tersebar di 4 Kecamatan, semakin hari terus menambah gairah dan bekerja untuk sebuah perubahan. Basis-basis pekerjaan dimulai dari nelayan, buruh, petani, mahasiswa dan pedagang kaki lima memberikan sumbangan pemikiran untuk maju bersama. Menurut keterangan, ketua SHI Lamsel, Imron, mengatakan, saat ini kami sedang mengagas sebuah rancangan untuk menghentikan pembangunan super market- supermarket di Lampung Selatan yang memiliki dampak pada warung-warung kecil tradisional. Tetapi, bukan itu saja, serangkaian agenda mulai dari rancangan Konferensi Daerah sampai akan menyelenggarakan pembangunan lingkungan RT yang indah telah di kantongi bersama pengurus SHI Lampung Selatan dan SHI Lampung. Kursus politik sudah di mulai untuk dilakukan bulan depan bagi kalangan anggota ditingkat basis. Tetapi, anggota di basis-basis desa dan Kelurahan terus bekerja untuk melakukan penyadaran terhadap situasi bangsa Indonesia yang dilanda krisis, dan bersama untuk menyelamatkan lingkungan dan rakyat. Ada juga rencana untuk mendorong generasi muda peduli lingkungan dimulai dari anak-anak sekolah TK sampai Sekolah Dasar untuk menjadi satu gerakan SELAMATKAN BUMI BERSAMA KAMI. (kalianda/koes/27/2010)


