Sudarto Marelo Pimpin SHI Sumsel

SPORANEWS:::Konferensi Wilayah (Konferwil) Sarekat Hijau Indonesia (SHI) Sumatera Selatan (Sumsel) memilih Sudarto Marelo sebagai ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) SHI Sumsel untuk priode 2010-2014 dan akan tetap memperkuat Blok politik demokratik (BPD).

Posted in Submitted by Alien on Tue, 03/09/2010 - 00:40.


Kabar dari SHI Sumsel

KONFERWIL SHI SUMSEL: MEMBANGUN KEKUATAN POLITIK KERAKYATAN DALAM FORMAT BLOK POLITIK DEMOKRATIK

Friday, March 5, 2010 at 11:23pm

Posted in Submitted by Alien on Tue, 03/09/2010 - 00:30.


Negara Gagal Melindungi Perempuan

Pernyataan Sikap Politik Sarekat Hijau Indonesia dalam Peringatan Hari Perempuan Internasional
8 Maret 2010

Perempuan Indonesia masih dihadapkan pada pada sebuah situasi dan kondisi ekonomi dan politik negara ini yang masih mempertahankan pilihan kebijakannya yang keliru. Ruang demokrasi yang tersedia, masih bersifat demokrasi procedural dan jauh dari substenasi untuk memberikan kedaulatan bagi perempuan menentukan kehidupannya. Bahkan, ruang demokrasi sekalipun telah direbut oleh modal untuk melanggengkan kekuasaan ekonomi dan politiknya.

Posted in Submitted by Alien on Mon, 03/08/2010 - 07:00.


SOS Penembakan Warga oleh Polisi dan Brimob di Pulau Gebe, Halmahera Tengah

Penambangan PT. Antam telah menghancurkan wilayah pulau Gebe. Selama tambang beroperasi masyarakat yang sebelumnya hidup sebagai nelayan dan petani, terpaksa mengubah pola ekonomi, dan tergantung kepada pertambangan. Kini, setelah nikelnya habis dikeruk, hutan rusak, serta perusahaan tambang berhenti, masyarakat kehilangan sumber-sumber kehidupan. Tanah dan laut sekitarnya berubah menjadi merah dan tidak bisa ditanami untuk pertanian.

Posted in Submitted by Alien on Mon, 03/01/2010 - 10:18.


Kabar dari Jatipadang

Dengan hormat,

Salam sejahtera dan damai semua, saya Sekretaris Jenderal Saraket Hijau Indonesia, baru saja menyelesaikan serangkaian perjalanan ke wilayah Lampung, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah untuk melakukan kunjungan atas undangan Komite Persiapan SHI Kalimantan Timur dan DPD Palangkaraya dan Kabupaten Kapuas, tanggal 2, 4, 5 sampai 12 Februari 2010.

Posted in Submitted by Alien on Sun, 02/14/2010 - 09:07.


Independensi Eneregi Melalui Nuklir Adalah Ilusi yang Menghambat Indonesia yang Berdaulat

Kebutuhan energi dunia selama ini mayoritas menggunakan energi fosil berupa minyak bumi, batubara dan gas. Selama ratusan tahun negara industri telah mengeksploitasi energi fosil untuk kepentingannya. Setelah ditemukannya teknologi nuklir, dunia menaruh harapan besar terhadap jenis energi ini. Namun setelah 50 tahun berlalu, energi nuklir tidak bisa membuktikan harapan tersebut. Berbagai masalah yang terungkap dalam penggunaan energi nuklir tersebut pada akhirnya sangat merugikan masyarakat dan negara.

Posted in Submitted by Alien on Fri, 02/12/2010 - 02:09.


Aksi 100 Hari Kabinet SBY-Budiono

 

Posted in Submitted by timpakul on Mon, 02/01/2010 - 13:09.


SHI Sumsel Mendesakkan Agenda Pembaruan Agraria pada 100 Hari SBY

SPORANEWS:::Sarekat Hijau Indonesia (SHI) Sumatera Selatan bersama elemen mahasiswa dan LSM yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Anti Neoliberalisme (KRAN) melakukan aksi demo 100 hari SBY, hari ini Kamis (28/01/2010), di Bundaran Air Mancur menuju ke Kantor Gubernur Sumsel.

Posted in Submitted by Alien on Fri, 01/29/2010 - 02:37.


100 Hari SBY-Boediono: Kolonialisme-Neoliberalisme, Lanjutkan!

Seratus hari suatu pemerintahan adalah waktu yang cukup untuk membaca arah geraknya. Bagi Susilo Bambang Yudhoyono (juga dikenal sebagai SBY) ini adalah masa jabatan kedua sebagai Presiden Republik Indonesia. Walaupun para wajah yang membentuk kabinetnya mengalami perubahan dan pergeseran, tidak ada yang dapat membantah bahwa tidak banyak yang berubah baik dalam haluan maupun retorik rezim ini. Hal ini dikuatkan pula oleh imbuhan “Jilid Dua” di belakang nama yang dipilihnya sendiri  “Kabinet Bersatu”.

Posted in Submitted by Alien on Wed, 01/27/2010 - 10:32.


Gerakan Hijau dalam Lingkaran Aliansi Progressif

Oleh: April Perlindungan

Bukan pekerjaan  mudah, membangun jembatan menuju “kepentingan kolektif” di ranah politik gerakan dengan isu yang beragam. Selain jembatan itu harus di yakini dulu kuat atau tidaknya untuk menyeberangkan berbagai kepentingan menuju “kepentingan kolektif” tadi, juga mesti diyakinkan, apakah Pulau Kolektif itu kapasitasnya sudah sesuai untuk menampung kepentingan-kepentingan tersebut.

Posted in Submitted by Alien on Tue, 01/12/2010 - 12:28.

Syndicate content